Minggu, 05 Agustus 2012

PRINSIP PRINSIP MENGGAMBAR LOGO DENGAN COREL DRAW

Sebagai media komikasi visual, Logo akan menjadi tidak berarti ketika dalam pembuatan Logo, desainer hanya menekankan apa fungsi dari Logo itu nanti tanpa memberikan sentuhan keindahan. Dalam meningkatkan kualitas dan tujuan dari pembuatan Logo itu sendiri maka prinsip-prinsip dalam mendesain sebuah logo hendaknya dapat dipegang dan dimengerti. Prinsip-prinsip tersebut ada sebagai pedoman dalam memperhatikan memperkirakan situasi Logo itu sendiri ketika sudah berada di tengah masyarakat.

Prinsip-prinsip dalam mendesain Logo yaitu:

1.   Mark-Ing

Mark-ing berarti mudah diingat. Sebuah desain logo akan bersifat     Mark-ing jika ada sebuah bentuk yang diinterpretasikan. Biasanya untuk melakukan interpretasi ini, seorang desainer akan menggunakan sebuah bentuk yang mewakilkan nama produk dari perusahaan yang dibuat logonya. Misalkan saja dalam membuat logo perusahaan rokok akan membuat logo dengan dominasi gambar rokok didalamnya.

1.      Eye-Catching

Yang dimadsud Eye-Catching adalah ketika sebuah desain Logo tersebut berada di antara gambar-gambar lain yang akan dipajang, apakah Logo tersebut mampu memberikan perhatian tersendiri kepada para pengamat dibanding gambar-gambar yang lainnya. Dengan kata lain apakah Logo tersebut mempunyai daya tarik yang lebih.

Untuk membuat Logo yang eye-catching dapat dikatakan tidaklah mudah. Banyak pertimbangan yang harus diperhatikan, mulai dari bagaimana pemasaran produk dari Logo itu sendiri, masyarakat yang akan dituju, media yang akan digunakan, an sebagainya. Dengan demikian pengalaman berlatih membuat logo-logo akan sangat membantu pencapaian eye-catching.

Supaya dalam sebuah Logo mempunyai eye-catching, dapat ditempuh dengan membuat sebuah konsep Logo yang unik. Keunikan akan membuat masyarakat memberi perhatian lebih. Salah satu cara membuat keunikan tersebut adalah dengan membuat simbol-simbol yang dapat digunakan untuk menginterpretasikan sebuah obyek. Cara lain adalah dengan menambahkan ornamen-ornamen pada obyek dasar desain logo tetapi sifat dari ornamen tersebut adalah pendukung dan mempercantik bukan menggantikan ataupun mengganggu fokus dari bentuk dasar itu sendiri. Dalam kata lain seperti memberikan sebuah hiasan pada sebuah makanan yang akan dihidangkan.Ornamen bisa berupa bulat, persegi, kotak, segitiga, garis, atau bentuk lain.

Misalnya seperti contoh gambar rokok pada perusahaan rokok, maka rokok tersebut dapat ditambahkan ornamen-ornamen pada bagian yang ingin ditonjolkan. 

2.      Trend

Seperti halnya fashion, serial TV, perkembangan desain Logo juga dipengaruhi oleh Trend. Trend identik dengan keadaan yang menyebar tanpa bisa diketahui asal mulanya. Kadang keadaan trend masa lalu bisa berulang masa sekarang. Trend sendiri terjadi akibat faktor-faktor dalam masayarakat sendiri seperti halnya politik dan fashion.

Pada era 70-an desain logo yang ada lebih menekankan pada penggunaan bentuk detail dalam interpretasi, yang mungkin bisa dikatakan sebagai aliran naturalis seperti pada dunia seni lukis. Pada era 90-an, desain logo yang ada lebih bersfiat minimalis. Pada tahun 2000-an hingga sekarang, desain logo yang ada berubah dari minimalis menjadi sangat minimalis, dengan perubahan bentuk dan tatanan warna. Warna yang ada lebih cenderung  warna-warna simple hanya 1-3 warna yang biasanya mewakili sebuah arti/filosofi.

Maka dari itu, sebagai sikap untuk menyikapi trend, desainer harus mempunyai acuan, apakah mengikuti trend, atau menjadi pencipta trend atau malah bertahan pada ciri khas desainer itu sendiri. Maka bila pembaca, menganggap bahwa trend sebagai hal positif maka pembaca akan dapat menambah wawasan dan ide-ide baru yang luas begitu pula sebaliknya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

silahkan berkomentar dan juga laporkan kepada admin jika ada link atau postingan yang rusak

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Recent Posts